Peter Odemwingie: Saya Pasti Tak Akan Kembali ke Liga Indonesia

200x200
336 x 280
Pro-kontra mengenai keadaan kompetisi Liga Indonesia terus berlanjut. Banyak pihak yang merasa dirugikan oleh keputusan-keputusan yang diambil oleh PSSI dan juga PT Liga Indonesia Baru.

Pun dengan masalah-masalah yang terjadi semakin menambah ruwet sepakbola Indonesia saat ini.

Sebut saja keputusan dengan memenangkan tim Bhayangkara FC secara WO atas Mitra Kukar karena kesalahan yang dilakukan oleh manajemen Mitra Kukar yang memaksa memainkannya Mohammed Sissoko, padahal diketahui pemain tersebut sedang menerima hukuman akumulasi kartu.

Meski PSSI memberikan keputusan tersebut sesuai dengan aturan yang berlaku, akan tetapi banyak pihak menilai keputusan yang diambil oleh PSSI dan PT LIB tak tepat, mengingat perebutan tangga juara sangat panas.
Adalah klub Bali United yang sangat dirugikan dengan keputusan sepihak ini. Bali United yang saat itu menempati posisi puncak harus rela tergeser 'dengan mudah' oleh kemenangan Bhayangkara FC. Padahal pertandingan harusnya berakhir dengan skor satu sama.

"Ini sangat tidak logis. Informasi yang kami terima hanya ada dua pemain, Herwin TS dan Indra Khafi, yang tak tampil karena hukuman. Tak ada nama Sissoko tertulis," Ungkap CEO Bali United, Yabes Tanuri.

"Kami selalu mengecek siapa saja pemain yang akan tampil. Kami tahu, karena itu aturannya," Tambahnya.

Begitupun dengan nasib Persib Bandung saat menjalani laga kontra Persija Jakarta, Jumat (3/11/2017) yang lalu
Dilansir dari Kompas.com (3/11/2017), gol yang dicetak oleh Ezechiel N'Duoassel pada menit ke-27 dianggap tidak sah dan belum masuk ke gawang. Padahal dalam tayangan ulang sudah terlihat jelas, bola sudah menyentuh jaring gawang bagian atas kiper Andritany.

Sontak keputusan kontroversial wasit asing pilihan PSSI ini membuat kubu Persib Bandung geram hingga akhirnya memutuskan untuk keluar lapangan secara paksa pada menit ke-83.

Dan yang terakhir yaitu kekecewaan yang dilontarkan oleh marquee player andalan tim Madura United, Peter Odemwingie. Dirinya jengah dengan keputusan wasit saat laga antara Madura United melawan Bhayangkara FC (8/11/2017).

Berulang kali Odemwingie dilanggar oleh bek tim Bhayangkara FC, Indra Khafi. Bahkan dirinya menganggap kalau Indra Khafi berusaha menciderai dirinya, seperti dikutip dari Bolasport.com (11/11/2017).

Memar pada kaki yang diderita pemain yang berasal dari Nigeria ini menjadi bukti bahwa dirinya tak pernah mendapat perlakuan dan juga perlindungi yang baik dari wasit yang memimpin laga.

Terlebih, Indra Khafi hanya mendapat kartu kuning dari wasit usai menekel keras Peter Odemwingie. Hukuman yang tak setara dengan resiko yang diterima Odemwingie.

Hingga akhirnya, Presiden Madura United, Achsanul Qosasi mengungkapkan bahwa Odemwingie dipastikan tak akan memperpanjang kontrak dengan Madura United.
"Odemwingie sudah mengembalikan DP kontrak dirinya di musim yang akan datang. Itu berarti tak ada perpanjangan," Ujar Achsanul Qosasi, dikutip dari Indosport.com (11/11/2017).

Meski Qosasi mengaku bahwa Peter sudah betah dan nyaman dengan Madura United, iming-iming kontrak yang dikabarkan mencapai 10 miliar tak mampu mengalahkan rasa jenuhnya kepada Liga Indonesia.

Peter Odemwingie juga berjanji tak akan kembali lagi ke Liga Indonesia selama liga masih seperti itu.

Sumber : uc news
300x250
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==
DFP2
DFP2