Pengganti Indra Sjafri Tentu Bukan Pelatih Sembarangan, Ini Buktinya

200x200
336 x 280

Media Indonesia tengah gempar soal pemecatan pelatih timnas U-19 Indonesia, setelah PSSI melakukan evaluasi mendalam tentang nasib Indra Sjafri pekan ini. Tapi, PSSI masih belum menetapkan siapakah pengganti pelatih sensasional tersebut. Namun, pengganti Indra Sjafri seharusnya bukanlah pelatih sembarangan, kenapa?

Setelah memecat pelatih Indra Sjafri, PSSI masih belum menetapkan siapa pengganti posisi pelatih sensasional tersebut sebagai arsitek Timnas U-19 Indonesia, meski sebagian besar media sudah memunculkan nama-nama Pelatih ternama.
Setelah melakukan evaluasi dengan Indra Sjafri, pelatih tersebut akhirnya dipecat dari posisinya, hari Selasa , 21 November 2017. Tapi, PSSI memberikan peran baru kepada Indra Sjafri, di sektor pengembangan sepak bola Indonesia ketika kontraknya sebagai pelatih Timnas U-19 berakhir pada 31 Desember 2017.
Indra Sjafri merupakan pelatih yang lahir pada tanggal 2 Februari 1963. Beliau merintih karir sebagai seorang pemain PSP Padang dari tahun 1986 hingga 1991. Di tahun 2011, dia mencoba peruntungan sebagai seorang pelatih Timnas Indonesia U-17, lalu berganti menjadi pelatih timnas Indonesia U-19 di tahun 2012-2014.
Kemudian Indra memulai peruntungan sebagai pelatih klub, yang saat itu Bali United menjadi pemberhentian pertamanya di tahun 2014-2017. Hingga dia kembali dipanggil untuk melatih skuad Indonesia U-19 awal tahun ini.
Pelatih Bhayangkara FC, Simon McMenemy, Widodo Cahyono Suryo dari Bali United dan Wolfgang Pikal, telah muncul sebagai kandidat pelatih baru Timnas U-19 Indonesia.
Tapi, PSSI tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan karena mereka ingin mencari pelatih yang sesuai dengan filanesia. "Untuk saat ini belum ada (kandidat pengganti Indra Sjafri). Sebab, PSSI sampai saat ini masih menggodok calon yang sesuai dengan kriteria. Sebab, ini kan jabatan untuk timnas usia muda dan kami ingin mencari pelatih yang sesuai dengan filanesia kita," Ungkap Ratu Tisha Destria, seperti yang dikutip dari bola.com (21/11/2017)
Ratu Tisha sendiri menegaskan kalau Timnas usia muda fokus pada pembinaan filanesia, yang tentunya bukan soal peforma dan pencapaian. Maka dari itu, penilaian sangat diperhatikan dari berbagai aspek.
"Perlu diingat, timnas usia muda kan masih fokus pada pembinaan yang sesuai dengan filanesia kita. Bukan soal performa dan pencapaian, karena Timnas U-16 atau U-19 tidak masuk ranking FIFA," pungkas Tisha, seperti yang dikutip bola.com (21/11/2017)
Sementara itu, Timnas Indonesia U-19 masih memiliki dua agenda penting, yaitu Piala AFF U-18 2018 serta putaran final AFC U-19 2018. Dan kenyataan ini, membuat PSSI lebih berhati-hati dalam pengambilan keputusan untuk memilih pelatih timnas Indonesia U-19, mengingat kedua kompetisi ini akan di helat di Indonesia, penampilan terbaik menjadi suatu tuntutan yang harus dilaksanakan sebaik mungkin oleh kandidat terpilih pelatih Timnas U-19 nantinya. Maka dari itu, siapapun pengganti Indra Sjafri nantinya, tentu bukanlah orang sembarangan.
Sumber : Uc News
300x250
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==
DFP2
DFP2