Kabar mengejutkan kembali berhembus dai PSSI. Induk sepakbola Indonesia tersebut, melalui Edy Rahmayadi dan Joko Driyono, menyiratkan tidak akan memperpanjang kontrak Indra Sjafri yang selama ini dipercaya untuk melatih timnas Indonesia U-19. Coach Indra yang pernah mempersembahkan gelar juara AFF U-19 pada tahun 2013 lalu, dalam evaluasi yang dilakukan oleh PSSI, disinyalir dan dinilai tidak mampu membrikan dampak positif bagi skuat Garuda Nusantara Juara. Tempat ketiga dalam gelaran AFF U-18 Myanmar dan yang terbaru, tempat ketiga dalam babak kualifikasi Piala Asia U-19 grup F lalu, dinilai oleh PSS tidak cukup untuk membuat posisinya aman.
Hal ini tentu berbeda dan bertentangan dengan apa yang dilontarkan oleh Edy Rahmayadi beberapa saat setelah kegagalan timnas U-19 di AFF lalu. Kala itu, sang ketua umum menyatakan akan mempertahankan coah Indra karena hasil minor yang diraih kala itu bukanlah satu patokan final untuk memutuskan masa bhakti sang pelatih. Bahkan dalam salah satu pernyataannya, Edy Rahmayadi juga mengungkapkan, PSSI tengah mempersiapkan klausul pembaruan kontrak bagi pelatih asal ranah Minang itu. Kala itu, dengan tegas, Edy Rahmayadi menyatakan bahwa tidak ada alasan untuk tidak memperpanjang kontrak sang pelatih yang akan berakhir pada akhir tahun ini. Malahan, kala itu, sang Ketua Umum juga menyatakan selain Indra Sjafri, PSSI juga tengah mempersiapkan perpanjangan kontrak bagi pelatih timnas U-16, Fachry Husaini.
Kini, belum juga dua bulan setelah memberikan pernyataan itu, tersiar kabar jika PSSI kecewa dengan kinerja coach Indra dalam melatih skuat Indonesia U-19. Tentu saja ini merupakan suatu hal yang kontradiktif. September lalu, PSSI dengan segala keyakinannya menyatakan bahwa apa yang dicapai oleh Indra Sjafri tidak akan mempengaruhi posisinya sebagai pelatih kepala Timnas U-19 hingga mereka mempersiapkan kontrak baru bagi sang pelatih. Namun kini, mereka justru seolah-olah “menyingkirkan” seorang Indra Sjafri dengan embel-embel “disekolahkan keluar negeri” selepas hasil negatif yang diperoleh Timnas Indonesia di kualifikasi Piala Asia U-19. Tentu saja hal ini memantik kecurigaan para pecinta Timnas Indonesia. Jaminan amannya posisi Indra Sjafri (bahkan kala itu AFF pun meyorotinya dengan memberikan porsi khusus pada artikel yang mereka tampikan di laman resminya), kini seakan telah berubah 180 derajat menjadi sebuah posisi di ujung tanduk. Terlebih, “penyekolahan” Indra Sjafri keluar negeri tentu juga sedikit banyak menimbulkan tanda tanya, mengapa sang pelatih harus “diasingkan” setelah Timnas U-19 mengalami kekalahan telak dari tetangga sekaligus musuh bebuyutan Indonesia, yakni Malaysia? Apakah coach Indra memang harus kembali menemui kembali pemecatan atas dirinya? Ataukah kata-kata Ketua Umum PSSI bulan september lalu masih bisa dipercaya? Ah, apapun itu, inikah bukti jika masalah konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi PSSI di era ini? Silakan berpendapat!
Sumber : Uc News

