Dua Kali Kalah Lawan Suriah, Luis Milla Langsung Coret 7 Pemain, Siapa Saja?

200x200
336 x 280

Penampilan Timnas Indonesia di dua laga terakhir yang dijalani memang tampak kurang memuaskan. Hal ini dikarenakan dari dua pertandingan yang dilakoni oleh Timnas Indonesia, semuanya berkesudahan dengan kekalahan. Dalam pertandingan pertama antara Timnas Indonesia U-23 kontra Timnas Suriah U-23, Septian David dkk harus mengakui ketangguhan tim berjuluk Elang Qasioun tersebut dengan skor 2-3, sementara di laga kedua antara Timnas Indonesia Senior kontra Timnas Suriah U-23, lagi lagi Timnas Indonesia harus menelan kekalahan dengan skor akhir 0-1.

Kondisi ini membuat sang pelatih Luis Milla Garcia sedikit kurang senang dengan hasil yang diraih oleh anak asuhnya. Milla kemudian mengupayakan bahwa dilaga yang akan dilakoni selanjutnya, Timnas Indonesia harus tampil baik dan memberikan hasil yang memuaskan bagi pecinta sepakbola Indonesia.
Dilansir dari laman Goal.com (19/11/2017) bahwa dilaga ketiga, Timnas Indonesia akan menghadapi Timnas Guyana yang memiliki rangking sama dengan Indonesia yaitu 165. Kondisi ini membuat Luis Milla sedikit lega, pasalnya lawan yang akan dihadapi tersebut merupakan negara yang berasal dari zona CONCACAF yang ternyata tidak memiliki rekor apik belakangan ini.
Oleh sebab itu, Luis Milla kemudian akan lebih mengoptimalkan kekuatan para pemain Timnas Indonesia U-23 dilaga tersebut. Hal ini dibuktikan dengan keputusan Luis Milla yang memilih untuk mencoret 7 pemain Timnas Senior dan hanya menyisakan 1 pemain senior seperti yang dilansir dari Liputan6.com (19/11/2017).
Ketujuh pemain tersebut adalah Andritany Ardhyasa, Fachruddin Wahyudi Aryanto, Ahmad Jufriyanto, M Taufiq, Bayu Pradana, Andik Vermansah, Boaz Solossa. Milla menyisakan nama Ilija Spasojevic karena pemain tersebut memiliki naluri gol yang sangat baik, total dari penampilannya di putaran kedua bersama dengan Bhayangkara FC ia berhasil menyarangkan 12 gol dan 2 assist.
Jumlah ini cukup fantastis, selain itu alasan Milla untuk tetap mempertahankan Spaso adalah lini depan Timnas Indonesia U-23 yang sangat tumpul, dua nama yang selama ini mengisi posisi tersebut seperti Ezra Wallian dan Marinus Wanewar tidak dapat diandalkan permainanya. Terlebih lagi diajang Asian Games 2018 nanti, setiap tim boleh memainkan 3 pemain senior dalam skuadnya, tentu ini adalah kabar yang cukup baik bagi Timnas Indonesia, semoga nanti dengan hadirnya Spaso bisa membuat lini depan Timnas Indonesia jauh lebih garang.
Lantas bagaimana dengan tanggapan anda melihat keputusan Luis Milla yang memilih untuk meminggirkan 7 pemain senior tersebut? Apakah anda yakin dengan skuad yang tersisa dapat membuat Timnas Indonesia meraih kemenangan di laga kontra Guyana tersebut?.

Sumber : Uc News
300x250
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==
DFP2
DFP2